Bab I IBD sebagai salah satu MKDU
Pengertian, Tujuan, IBD, dan, IPS
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau
mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kataculture juga kadang diterjemahkan sebagai
"kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Definisi IBD selain itu adalah
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan
kebudayaan
Tujuan ilmu budaya dasar :
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya,
sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru,
terutama untuk kepentingan profesi mereka
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk
memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta
mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut
kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon
pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak
jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
4.menguasahakan wahana komunikasi para akademisi
agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal
yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
3 kelompok besar dalam ilmu dan pengetahuan :
Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan
pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu
Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu
alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam
semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan
menentukan hokum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat
analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian
digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5
benar dan 100 5 salah
2.Ilmu-ilmu
sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu
sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam
hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai
pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar,
hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara
manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3.Pengetahuan
budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti
kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan
metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat
unik, kemudian diberi arti.
IBD dan IPS
Ilmu budaya dasar : adalah ilmu yang mempelajari
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya
Ilmu pengetahuan sosial : adalah
sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan
dengan manusia dan
lingkungan sosialnya.
Perbedaan
ilmu budaya dasar dengan ilmu pengetahuan sosial :
jika ilmu budaya dasar
mempelajari tentang masalah manusia yang berkaitan dengan budaya dan dasar-dasarnya
, sedangkan ilmu pengetahuan sosial
mempelajari tentang masalah manusia dengan lingkungan sosialnya.
Persamaan
ilmu budaya dasar dengan ilmu pengetahuan sosial :
sama-sama ilmu yang mempelajari tentang
masalah-masalah manusia baik dalam budaya maupun lingkungan sosialnya.
Ruang Lingkup IBD
3 golongan bahan
pelajaran IBD
Materi
ilmu sosial dasar terdiri atas masalah-masalah sosial untuk dapat menelaah
masalah-masalah, sosial hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi
kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu.
Sehingga dengan demikian bahan pelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas
3 golongan yaitu :
a. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara
bersama-sama merupakan masalah sosial
tertentu.
b. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan -kenyataan
sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan
untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan
sosial.
c. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam
berbagai kenyataan-kenyataan sosial antara yang satu dengan yang lainnya saling
berkaitan.
BAB
II Manusia dan kebudayaan
Manusia
Unsur – unsur yang
membangun manusia
Sebenarnya ada banyak sekali unsur-unsur yang
membangun manusia, namun dari sekian banyak unsur-unsur itu, di sederhanakan
menjadi 2 klasifikasi. yaitu unsur jasmani dan unsur rohani.
Ada dua
pandangan tentang unsur-unsur yang membangun manusia:
1. Manusia itu terdiri
atas empat unsur yang saling berkaitan
a. Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampak,
dapat diliat, dapat difoto,dapat dilihat dan menempati ruang dan waktu
b. Hayat, yaitu mengandung unsur hidup yang
ditandai dengan gerak
c. Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya
yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
d. Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan
yaitu kesadaran akan diri sendiri
2. Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung
Tiga Unsur :
a. Id
yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak
tampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri
alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
b. Ego
merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id,
berperan menghubungkan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengerti
oleh orang lain. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan udua tahun.
c. Superego merupakan struktur kepribadian yang
paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Dibandingkan dengan id dan
ego, superego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego
terbentuk dari lingkungan eksternal.
Hakekat Manusia
Hakekat manusia
a.Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang
utuh.
b.Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna
c.Makhluk biokultural, yaitu makhluk hayati yang budayawi
d.Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Membedakan manusia dengan makhluk yang lain
Jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.
Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan
rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misalnya:
1) Perasaan intelektual,
2) Perasaan estetis,
3) Perasaan etis,
4) Perasaan diri,
5) Perasaan sosial,
6) Perasaan religius.
Kepribadian Bangsa Timur
Bangsa timur adalah bangsa yang dikenal
sangat baik dan ramah, mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong
menolong. Bangsa barat saat berkunjung ke wilayah negara timur, mereka pasti
selalu berpendapat bahwa orang-orang timur itu baik dan ramah. Bangsa timur
dalam berpakaian pun tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya
masing-masing dan mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi.
Pada umumnya
unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah unsur kebudayaan
kebendaan seperti peralatan yang terutama sangat mudah dipakai dan dirasakan
sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Contohnya : Handphone,
komputer, dan lain-lain.
Namun ada pula
unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima adalah misalnya:
1. Unsur-unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi, falsafah
hidup danlain-lain.
2. Unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
3. Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu-individu yang cepat
menerima unsur-unsur
kebudayaan asing yang masuk melalui proses akulturasi. Sebaliknya generasi tua,
dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru.
4. Suatu masyarakat yang terkena proses akulturasi, selalu ada
kelompok-kelompok individu yang sukar sekali atau bahkan tak dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi.
Berbagai faktor yang
mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
1. Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan
dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
2. Jika pandangan hidup dan nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan
ditentukan oleh nilai-nilai agama.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan
kebudayaan baru. Misalnya sistem otoriter akan sukar menerima unsur kebudayaan
baru.
4. Suatu unsur kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur
kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru
tersebut.
5. Apabila unsur yang baru itu memiliki skala kegiatan yang terbatas.
Kita tidak bisa selalu
mengatakan budaya timur itu lebih baik daripada budaya barat , menurut saya
situasi dan kondisi berperan sangat penting untuk menentukan berdasarkan budaya
mana orang harus menyelesaikan suatu masalah. Kita dituntut untuk memiliki
beberapa pertimbangan yang bersifat menyeluruh, pada budaya timurlah kita
memiliki kelebihannya.
Bagan psiko-sosiogram manusia
Nomor 7 dan 6 disebut sebagai daerah tak sadar dan sub sadar.
Nomor 5 disebut daerah kesadaran yang tidak dinyatakan.
Nomor 4 disebut daerah kesadaran yang dinyatakan.
Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib.
Nomor 2 disebut lingkaran hubungan berguna.
Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh.
nomor 0 disebut lingkungan dunia luar
Pengertian Kebudayaan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang
berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa
budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak,
dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.
Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial
manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan
orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu
perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang
mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri. ”Citra yang memaksa” itu
mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme
kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan
kolektif” di Cina. Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya
dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan
nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk
memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai
anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.Dari berbagai
definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah
sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau
gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola
perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan
lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan
kehidupan bermasyarakat.
Melville J. Herkovits dan Bronislaw
Malinowski mengemukakan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang
terdapat di dalam masyarakat ditentukkan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki
masyarakat itu.
Herkovis memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena
kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus.
Dalam sehari-hari istilah kebudayaan sering diartikan sama dengan kesenian,
terutama seni suara dan seni tari.
Kebudayaan dari bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi
atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang
berarti mengolah tanah. Jadi secara umum dapat diartikan sebagai “segala
sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk
mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha
manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam
lingkungannya.”.
E.B.Tylor (1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan
kemampuan-kemampuan sebagai anggota masyarakat.
Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Sutan Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari
cara berpikir.
Tokoh-tokoh kebudayaan
1.Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski
2.E.B.Tylor (1871)
3.Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi
4.Sutan Takdir Alisyahbana
Unsur-unsur Kebudayaan
7 unsur kebudayaan universal
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan)
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian.
Membedakan kebudayaan dalam dua bentuk
wujud
• Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.
Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan
dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan
seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi,
pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin
cuci.
• Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari
generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau
tarian tradisional.
Wujud
Kebudayaan
3 wujud kebudayaan menurut dimensi
wujudnya
1.Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.Kompleks aktivitas.
3.Wujud sebagai benda.
Orientasi Nilai Budaya
5 masalah pokok kehidupan manusia dalam
sistem nilai budaya
Menurut C.Kluckhohn
dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai budaya dalam
semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok
kehidupan manusia, yaitu :
1. Hakekat hidup manusia (MH)
2. Hakekat karya manusia (MK)
3. Hakekat waktu manusia (WM)
4. Hakekat alam manusia (MA)
5. Hakekat hubungan manusia (MN)
Perubahan Kebudayaan
Faktor – faktor yang mempengaruhi
diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru
1. Terbiasanya
masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang
yang berasal dari luar masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang
berbeda. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan dengan orang
yang beraneka ragam kebudayaannya, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang
bersikap terbuka terhadap unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima
kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat tersebut
menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang
baru, yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri,
maupun yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar.
2. Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan tersebut
ditentukan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama; dan ajaran ini
terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat tersebut;
maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami
kelambatan karena harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan
pada ajaran agama yang berlaku. Dengan demikian, suatu unsur kebudayaan baru
akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru tersebut tidak bertentangan
dengan ajaran agama yang berlaku, dan karenanya tidak akan merusak
pranata-pranata yang sudah ada.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan
unsur kebudayaan baru. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem
otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru, kecuali
kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan
oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka.
4. Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu
masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi
landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut. Di pedesaan di
pulau Jawa, adanya sepeda sebagai alat pengangkut dapat menjadi landasan
memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa; dan memang
dalam kenyataan demikian.
5. Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat
dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan,
dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang
sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. Contohnya adalah diterimanya radio
transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia, dan bahkan dari
golongan berpenghasilan rendah merupakan benda yang biasa dipunyai.
Penyebab terjadinya gerak / perubahan
kebudayaan
1. Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan
sendiri.
2. Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena
adanya difusi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan
inovasi.
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di
dalamsuatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya
nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok
dalam masyarakat.
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang
dimiliki bersama oleh para warga masyarakat atau sejumlah warga masyarakat yang
bersangkutan, antara lain aturan-aturan, norma-norma yang digunakan sebagai
pegangan dalam kehidupan, juga teknologi, selera,
rasa keindahan (kesenian), dan bahasa.
Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Hubungan
antara manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai
perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.
Contoh tentang hubungan antara manusia
dengan kebudayaan
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau
biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang
melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life )
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang
dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk
menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih
mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value )
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial
tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan,
bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas
mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri
pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang
berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang
pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka
bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat
hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat
tinggal.
Pengertian dialektis
hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan
hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis,
maksudnya saling terkait satu sama lain
• Mahasiswa dapat menyebutkan 3 tahap dalam proses dialektis :
1.Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan
membangun dunianya.
2.Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disegrap kembali oleh manusia.
BAB III Konsep ilmu budaya dasar dalam kesusastraan
Pendekatan Kesusastraan
Ilmu Budaya Dasar pada awalnya dinamakan Basic
Humanities. Istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin, humanus yang
berari manusiawi, berbudaya, dan halus. Jadi, humantities berkaitan erat dengan
nilai-nilai sebagai homo humanities.
Nilai-nilai itu bisa dipelajari, dan umumnya mencakup filsafat, teologi, seni,
dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, dll.
Pengertian sastra dan seni serta
peranannya
Sastra berasal dari kata castra berarti tulisan. Sastra dalam arti khusus
yangkita gunakan dalam konteks kebudayaan, adalah ekspresi gagasan dan
perasaanmanusia. Jadi, pengertian sastra sebagai hasil budaya dapat diartikan
sebagai bentuk upaya manusia untuk mengungkapkan gagasannya melalui bahasa yang
lahir dariperasaan dan pemikirannya.
Kata seni berasal dari kata “Sani” yang artinya kurang lebih “Jiwa yang luhur
Atau ketulusan jiwa”. Namun di Eropa seni diartikan sebagai “barang atau karya
dari
sebuah kegiatan”. Tidak begitu penting masalah istilah seni, kalau karya
tersebutmemang bagus tentu saja kita bisa menikmati nya. Musik juga bukan
barang namunbisa dirasakan manfaatnya oleh orang banyak dari jaman dahulu. Seni
itu selalumenampilkan keindahan yang bisa merangsang panca indera manusia.
Peranan sastra
Sastra mempunyai peranan yang lebih penting, yaitu mempergunakan bahasa
yangmemiliki kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan
manusia.Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan
filsafat,manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam
semestayang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan manusia dalam
mempergunakanbahasa
Hubungan sastra dan seni dengan ilmu
budaya dasar
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena
materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan
sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat menunjukkan adanya sastra dan seni
didalamnya.
Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan
prosa
Pengertian prosa
Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa
kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh
daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama
dan prosa baru.
Jenis-jenis prosa
1.Prosa naratif
2.Prosa deskriptif
3.Prosa eksposisi
4.Prosa argumentative
5 komponen prosa lama
1.Dongeng
2.Hikayat
3.Sejarah
4.Epos
5.Cerita pelipur
5 komponen prosa baru
1.Cerpen
2.Roman
3.biografi
4.Kisah
5.Otobiografi
Nilai-nilai dalam prosa fiksi
Pengertian prosa fiksi
Prosa fiksi adalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca
lewat sastra
Nilai-nilai yang ada dalam prosa fiksi
1. Memberikan wawasan
2. Memberikan inforrmasi
3. Memberikan kesenangan
4. Memberikan warisan budaya
2 karya sastra
1. Ahmad Fuadi : Negeri 5 Menara (2009)
2. Andrea Hirata : Laskar Pelangi (2005)
1 contoh prosa : prosa LAMA, fabel
Angkaro dan Tunturana
Dua kor kepiting, Angkaro dan Tuturana, bersahabat karib. Mereka tinggal
bersama di pinggir laut, di balik bebatuan. Mereka bersembunyi karena takut
pada orang-orang yang mencari ikan dan kepiting. Apabila laut pasang, mereka
bermain tanpa takut akan ditangkap manusia.
Pada suatu malam, ketika bulan purnama, Angkaro dan Tuturana keluar menikmati
keindahan alam.
” Sahabat, bagaimana kalau kita hiasi punggung kita agar kelihatan menarik ?”
kata Angkaro.
”Bagus sekali idenya. Kita memang perlu mempercantik diri agar kelihatan
menarik. Tapi, bagaimana caranya ? ” tanya Tuturana.
”Bagini.”sahut Angkaro, ”Kita lukis punggung kita dengan cat warna-warni yang
menarik.”
” Wah, menarik sekali.Bagaimana kalau aku dulu yang dilukis. Boleh atau tidak ?
tanya Tuturana.
”Baiklah.”kata Angkaro.
Angkaro mulai mengukir punggung Tuturana. Punggung Tuturana dihiasi dengan
bulatan-bulatan dari muka ke belakang, dan dari atas ke bawah. Lukisan itu
sangat mempesona.
”Sudah selesai sahabat.”kata Angkaro.
Tuturana bercermin pada di air laut yang jernih.
“Bagus, bukan?”tanya Angkaro.
“Bagus sekali. Terima kasih sahabat.”kata Tuturana,
”Sekarang giliranku.”kata Angkaro.
Tiba-tiba air laut surut. Datanglah pencari ikan membawa obor. Kedua ekor
kepiting itu pun terkejut. Berlarilah mereka untuk menghindari bahaya.
”Maaf, sahabat. Orang-orang sudah datang untuk menangkap kita. Tidak ada waktu
lagi untuk melukis punggungmu.” kata Tuturana.
”Tidak punggungku harus kamu ukir !” teriak Angkaro.
Melihat obor-obor semakin dekat, Tunturana menggambari punggng Angkaro dengan
dengan kuas dan cat tanpa bentuk. Punggung Angkaro sekarang penuh dengan garis
tidak karuan karena tergesa-gesa hendak menyelamatkan diri.
Angkaro terpaksa menerima keadaan. Keduanya berkawan dalam bentuk yang amat
berbeda: Tuturana cantik dan Angkaro jelek.
IBD yang di hubungkan dengan puisi
Pengertian puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam,
dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan
utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun
puisinya
1. Figura bahasa
2. Kata – kata yang bermakna ganda.
3. Kata – kata berjiwa.
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi
tertentu.
Alasan-alasan yang mendasari penyajian
puisi dalam IBD
1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social
1 contoh puisi
Contoh puisi :
Aku terdiam..
Aku hening..
Aku terpana..
Kucoba menatap..
Kucoba mencari..
Kucoba melihat..
BAB IV Manusia dan cinta kasih
Pengertian cinta kasih
Pengertian cinta kasih
Makna cinta dan kasih
itu hampir lah sama. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling tinggi. Cinta
juga sumber segalanya, kita tidak akan dapat mewujudkan setiap impian kita
tanpa cinta. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta (kepada) atau
sangat menaruh belas kasihan. sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, Karena
itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang
yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Banyak orang memaknakan arti cinta
itu kepada pasangannya dan sedangkan kasih itu diberikan kepada orang tua,
adik-kakak, nenek-kakek atau pun teman. Padahal sebenarnya makna dari kedua itu
sama.
Definisi Cinta menurut
W. J. S. Poerwadarminta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang
(kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
definisi kasih menurut beliau adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau
menaruh belas kasihan. Jadi kalau disimpulkan cinta kasih adalah perasaan
suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Pengertian cinta juga
dikemukakan oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, beliau mengatakan bahwa cinta memiliki
tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan.
Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama
dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali
dengan dia. Yang dimaksud dengan keintiman adalah adanya kebiasaan-kebiasaan
dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada
jarak lagi, panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan
dengan panggilan nama atau sayang. Sedangkan kemesraan adalah rasa ingin
membelai atau dibelai, rasa kangen kalau tidak bertemu, adanya
ungkapan-ungkapan sayang.
Selain pengertian yang dikemukakan di atas pengertian cinta
dikemukakan juga oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan dalam bukunya manajemen cinta,
menurut beliau cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong
seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang
jadi kesimpulannya cinta adalah fitrah manusia yang murni yang tak dapat
terpisahkan dengan keidupannya.
1. Arti
Cinta Kasih
Cinta kasih bersumber
pada ungkapan perasaan yang didukung oleh unsur karsa, yang dapat berupa
tingkah laku dan pertimbangan dengan akal yang menimbulkan tanggung jawab.
Dalam cinta kasih tersimpul pula rasa kasih sayang dan kemesraan. Belas kasihan
dan pengabdian. Cinta kasih yang disertai dengan tanggung jawab menciptakan
keserasian, keseimbangan, dan kedamaian antara sesama manusia, antara manusia
dengan lingkungan, dan antara manusia dengan Tuhan.
Apabila dirumuskan
secara sederhana, cinta ksih adalah perasaan kasih sayang, kemesraan, belas
kasihan dan pengabdian yang diungkapkan dengan tingkah laku yang bertanggung
jawab. Tanggung jawab artinya akibat yang baik, positif, berguna, saling
menguntungkan, menciptakan keserasian, keseimbangan, dan kebahagiaan.
2. Macam
Cinta Kasih
Adanya beberapa macam
cinta kasih, yaitu sebagai berikut :
a.
Cinta kasih antar orang tua dan anak. Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi
kebutuha anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka
selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baik dan berguna dikemudian
hari.
b.
Cinta kasih antara pria dan wanita. Seseorang pria menaruh perhatian terhadap
seorang gadis dengan perilaku baik, lemah lembut,
sopan, apalagi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih
terhadap gadis itu.
c. Cinta
kasih antara sesama manusia. Apabila seorang sahabat berkunjung ke rumah
kawannya yang sedang sakit dan membawa obat kepadanya berarti bahwa sahabat itu
menaruh cinta kasih terhadap kawannya yang sakit itu.
3
unsur tentang cinta
Cinta juga selalu
menyatakan unsur – unsur dasar tertentu, yaitu :
1.
Pengasuhan, contohnya
cinta seorang ibu kepada anaknya
2.
Tanggung jawab, adalah
tindakan yang benar – benar berdasarkan atas suka rela
3.
Perhatian, merupakan
suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain agar mau
membuka dirinya
Kasih sayang
Kata kasih dan sayang itu
mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia
perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam sanubari.
Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun
sayang. Apapun yang terjadi, pasti dia akan selalu ingin cintai sekaligus
mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai ajal menjemput.
Yang dimaksud dengan kasih dan sayang di sini
bukan sekadar hubungan cinta atau asmara antara seorang laiki-laki dan
perempuan saja. Namun lebih bersifat universal. Sehingga hal ini bisa terjadi
terhadap sahabat, saudara, keluarga dan lain-lain. Dan yang perlu ditekankan
adalah, bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas
dan lebih banyak memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering
dinomor duakan demi memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan
disayanginya.
Erich Fromm dalam
bukunya “Semi Mencintai” mengemukakan tentang adanya macam – macam cinta, yaitu
:
1.
Cinta Persaudaraan,
diwujudkan manusia dalam tingkah atau perbuatannya. Cinta Persaudaraan tidak
mengenal adanya batas – batas manusia berdasarkan SARA.
2.
Cinta Keibuan, kasih
sayang yang bersumber pada cinta seorang ibu terhadap anaknya
3.
Cinta Diri Sendiri,
yaitu bersumber dari diri sendiri. Cinta diri sendiri bernilai positif jika
mengandung makna bahwa seseorang dapat mengurus dirinya dalam kebutuhan jasmani
dan rohani.
4.
Cinta terhadap ALLAH
Kemesraan
Kemesraan berasal dari
kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang
menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari
cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama
dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih. Tingkatan
kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu :
1.
Kemesraan dalam
Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber. Pubertas yaitu dimana masa remaja
memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat
2.
Kemesraan dalam Rumah
Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada
tahun tahun awal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah
agak lama biasanya semakin berkurang.
3.
Kemesraan Manusia Usia
Lanjut
Pemujaan
Pemujaan berasal dari kata puja yang berarti
penghormatan atau tempat memuja kepada dewa – dewa atau berhala. Dalam
perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan
dan Tuhan Yang Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia
kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan makna dari kehidupan yang
sebenarnya. Cara pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan
sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi. Tempat pemujaan
merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan.
Tingkatan cinta
Cinta terdiri dari 3
tingkatan yaitu:
1.
Perasaan romantic
2.
Ketertarikan fisik
3.
Emosional lampiran
Berbagai bentuk
cinta
Berdasarkan
“Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta,
yaitu :
1.
Menyukai (liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen
intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan
kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu
atau komitmen jangka panjang.
2.
Tergila-gila (infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen
passion. Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang
menggambarkannya sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen
intimacy dan commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.
3.
Cinta hampa (empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya.
Seringkali cinta yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal
hanyalah commitment tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak
dijumpai pada kultur masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan
yang telah diatur (Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)
4.
Cinta romantis (romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik
yang kuat (intimacy) melalui dorongan passion.
5.
Cinta persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang
telah kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang
dalam serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat
yang berlawanan jenis.
6.
Cinta semu (fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang
sangat bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”),
commitment terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya
pengaruh intimacy sebagai penyeimbang.
7.
Cinta sempurna (consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta.
Bentuk cinta ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang
berjuang untuk mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg
mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih
sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan
elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta
yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.
8.
Non Love, adalah suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur
tersebut. hanya ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa
suka.
Belas kasihan
Belas
kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk
penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan
landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi
prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Dalam surat Al
–Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena
belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi
sangat dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan
atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai
potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi
belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang
berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Cinta Menurut Agama Islam
Menurut
Al-Qur'an cinta terbagi menjadi 8 jenis, yaitu:
1.Cinta
Mawaddah: yaitu cinta yang menggebu-gebu dan membara. Orang yang memiliki
cinta jenis ini inginnya selalu berdua dan tak ingin berpisah. Selalu ingin memuaskan
dahaga cintanya bahkan hampir tidak bisa berfikir yang lain.
2.Cinta
Rahmah: yaitu cinta yang penuh akan kasih sayang, pengorbanan dan perlindungan.
Orang yang memiliki cinta ini akan lebih memikirkan orang yang dicintainya
daripada dirinya sendiri. Dipikirannya yang penting adalah kebahagiaan sang
kekasih meskipun ia harus menderita.
3.Cinta
Mail: yaitu cinta yang sementara sangat membara. Dan sangat menyedot perhatian
tanpa memperhatikan hal-hal penting lainnya. Menurut Al-Qur'an disebut juga
dalam konteks poligami. Karna ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda akan
cenderung mengabaikan yang lama.
4.Cinta
Syaghaf: yaitu cinta alami yang sangat mendalam dan sangat memabukkan. Orang
yang terkena cinta ini akan seperti orang gila, lupa diri bahkan tidak
menyadari apa yang dilakukannya.
5.Cinta
Ra'fah: yaitu rasa kasih sayang yang melebihi norma kebenaran. Misalnya: karna
rasa kasih sayang dan kasihan yang berlebihan melihat anaknya tidur terlelap
seorang bapak tidak tega dan tidak jadi membangunkan anaknya untuk Sholat.
6.Cinta
Shobwah: yaitu cinta buta, cinta ini akan mendorong perilaku menyimpang dan
tidak akan bisa mengelak.
7.Cinta
Syauq (Rindu): yaitu pengembaraan hati kepada kekasih dan kobaran cinta didalam
hati sang pecinta.
8.Cinta
Kulfah: yaitu perasaan cinta yang disertai kesadaran akan hal-hal positif meski
itu sulit.
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan
sempurna akan penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan
berteman dengan lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan
suatu naluri seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu
secara seksual. Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta
kasih maka hanya akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan
sementara saja. Cinta kasih erotis, apabila benar-benar sebuah cinta sejati,
mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh mencintai dan
mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi lawan
jenisnya. Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia berlainan jenis, yang
ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan hidup dan sebagai teman
hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan .